Memanfaati al-Quran

Selain daripada kronologi penurunan surah dan waktu mengkaji al-Quran, terdapat langkah yang perlu dilalui supaya berupaya memanfaati al-Quran. Secara halusnya Kitab al-Quran bukanlah untuk semua; Itulah keterangan-keterangan mengenai hari yang sungguh tetap berlakunya; maka sesiapa yang mahukan kebaikan dirinya, dapatlah ia mengambil jalan dan cara kembali kepada Tuhannya. (78.39), dan hanya benar-benar dimanfaati oleh golongan yang bebas daripada segala bentuk syirik.

Sesungguhnya itu ialah Al-Quran yang mulia. Kitab yang cukup terpelihara. Tiada manfaatnya kecuali orang-orang yang diakui bersih (dari syirik). (56.77-79) (27.77-81) (9.125) (41.44)

Iblis berkata: "Wahai Tuhanku! Kerana Engkau telah menjadikan daku sesat, (maka) demi sesungguhnya aku akan memperelokkan segala jenis maksiat kepada Adam dan zuriatnya di dunia ini, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali di antara zuriat-zuriat Adam itu hamba-hambaMu yang dibersihkan dari sebarang syirik". Allah berfirman: "Inilah satu jalan yang lurus, yang tetap Aku memeliharanya. Sesungguhnya hamba-hambaKu, tidaklah ada bagimu sebarang kuasa untuk menyesatkan mereka, kecuali sesiapa yang menurutmu dari orang-orang yang sesat (dengan pilihannya sendiri)". (15.39-42)

Sebaliknya mereka yang tidak menuruti panduan dari al-Quran tidak dapat memanfaatinya. al-Quran menjadi satu penyakit yang menyumbat telinga dan gelap-gelita yang menimpa mereka.

[...] Katakanlah: “Al-Quran itu, menjadi petunjuk serta penawar bagi orang-orang yang beriman; dan sebaliknya orang-orang yang tidak beriman, (Al-Quran itu) menjadi sebagai satu penyakit yang menyumbat telinga mereka (bukan penawar); dan ia juga merupakan gelap-gelita yang menimpa mereka (bukan cahaya yang menerangi). Mereka itu orang-orang yang diseru dari tempat yang jauh (masakan mereka dapat mendengar dengan betul atau melihat dengan nyata)”. (41.44)

Oleh itu secara umumnya terdapat empat langkah utama perlu dilalui untuk mengubah takdir supaya berada di jalan yang lurus; Allah tidak mengubah takdir yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah takdir yang ada pada diri mereka sendiri (13.11).

Dialah yang mengutus kepada kaum yang tiada berkitab seorang Rasul dari mereka, yang (1) membacakan ayat-ayat Nya kepada mereka (kajian), (2) mensucikan mereka (dari segala bentuk syirik), dan (3) mengajarkan mereka Kitab (amal), dan (4) Hikmah (keseimbangan). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, (62.2) (3.164) (2.129)

Bagi pemahaman saya, proses yang perlu dilalui dapat diringkaskan seperti di atas. Formula memajukan diri dan masyarakat keseluruhannya. Penerangannya mungkin akan dibuat dari masa ke semasa melalui penelitian prinsip-prinsip al-Quran. Buat masa ini cukuplah sekadar kesimpulan awal dan kepentingan membaca serta mengkaji al-Quran. 

Kepentingan memahami al-Quran